Manusia itu menyerupai lilin, yang apinya yakni jiwa yang setiap dikala tertiup kesegala arah mengikuti rayuan udara yang dia kehendaki untuk selalu bermain didalam mengisi suatu kehidupan ini.
Batangnya yakni badan insan yang tergoda oleh waktu dan jaman yang tetap teguh untuk berjalan.
Tetapi apabila api itu dipadamkan belum saatnya, maka berakhir pula insan itu, alasannya tak ada yang tetap sama, semua berubah, semua tetap kembali. Bagaikan sungai segalanya akan kembali.
Seperti kerikil yang dilempar ke air, dia akan eksklusif menuju kekedalaman
'
NOTE: You are welcome to share my poetry with others – please credit “dithelen” with a link to my website. Thanks! Sumber http://dithelen.blogspot.com